Hingga Akhir Maret 2026, PAD Siak dari Sektor Kepariwisataan Hanya Rp459 Juta

Siak424 Dilihat

SIAK (WARTASIAK.COM) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak melalui seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), terus  berusaha meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari berbagai sektor. Selain dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), target PAD yang menjadi incaran Pemkab Siak adalah dari sektor kepariwisataan dan retribusi iklan/reklame.

Khusus sektor kepariwisataan, besar-kecilnya PAD yang didapat tergantung pada jumlah kunjungan wisatawan yang datang ke Kota Siak.

Sejak Januari hingga akhir Maret 2026, Pemkab Siak melalui Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disbudparpora) mencatat PAD yang didapat dari sektor kepariwisataan baru sebesar Rp459 juta. Sebagaimana dijelaskan oleh Kepala Disbudparpora Siak H Syafrizal S.Sos, M.Si.

“Berdasarkan data yang kami terima dari bendahara, besaran PAD yang didapat dari kunjungan wisatawan sejak Januari hingga Maret 2026 sebesar Rp459 juta. Yang paling besar PADnya didapat dari penjualan tiket masuk Istana Siak,” jelas Syafrizal, Kamis (02/04/2026) siang, kepada Wartasiak.com.

Di Kabupaten Siak terdapat cukup banyak objek wisata menarik yang kerap ramai dikunjungi oleh wisatawan. Para pengunjung yang datang tidak hanya dari seputaran wilayah Kabupaten Siak saja, melainkan ada juga yang datang dari luar daerah seperti Dumai, Bengkalis, Kampar, Pekanbaru, bahkan ada juga dari mancanegara.

Sejumlah objek wisata yang kerap ramai dikunjungi di antaranya adalah Tangsi Belanda, jembatan kaca Skywalk, taman Siak lawo, taman Rusa, makam sultan Siak, balai kerapat tinggi, anjungan tepian Sungai Jantan, serta Istana Asserayah Al Hasyimiyah yang merupakan peninggalan bersejarah paling ternama di Kabupaten Siak.

Ramainya pengunjung yang datang ke Kota Siak terlihat di saat hari-hari libur seperti Sabtu dan Ahad, serta di moment hari-hari besar seperti lebaran Idul Fitri, Idul Adha, dan tahun baru.

“Kita berharap tahun ini PAD dari sektor kepariwisataan bisa lebih besar dari tahun sebelumnya. Target capaian PAD dari sektor kepariwisataan di tahun 2026 ini sebesar Rp2,1 miliar. Insya Allah target tersebut bisa tercapai hingga akhir Desember mendatang,” tutup Syafrizal.

Laporan: Atok

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *