SIAK (WARTASIAK.COM) – Kemarau panjang yang terjadi di wilayah Kabupaten Siak telah menyebabkan sejumlah kawasan hutan dan lahan perkebunan mengalami kebakaran. Berbagai upaya dalam mengatasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak.
Pemkab Siak bersama seluruh jajaran dan Forkopimda juga telah menyampaikan imbauan kepada seluruh lapisan masyarakat agar tidak bermain api saat beraktivitas khususnya di lokasi/lahan gambut.
Kemarau panjang yang sudah berlangsung selama sekitar Dua bulan ini tidak hanya menyebabkan terjadinya Karhutla di wilayah Kabupaten Siak saja, bahkan sejumlah wilayah di luar Sumatera juga mengalami hal yang sama. Akibatnya, asap tebal yang menyelimuti sebagian besar wilayah Kabupaten Siak dirasa telah menjadi fenomena alam sekaligus ancaman serius bagi kesehatan masyarakat.
Dalam hal menghindari musibah Karhutla akibat kemarau panjang tersebut, pada beberapa waktu lalu Pemkab Siak bersama segenap pejabat dan masyarakat menggelar shalat istisqa’ (memohon hujan, red) kepada Allah SWT. Namun demikian, intensitas hujan yang turun masih jauh dari harapan.
Berdasarkan informasi yang diterima Wartasiak.com, hingga saat ini masih terdapat titik api yang belum sepenuhnya berhasil dipadamkan oleh petugas Damkar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Siak. Sebagaimana dijelaskan oleh Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Siak Novendra Kasmara, S.STP, M.Si.
“Sampai hari ini titik api yang masih menyala terdapat di wilayah Karhutla Kampung Dayun perbatasan Suka Mulia. Petugas masih terus melakukan upaya pemadaman dan pendinginan di sekitar lokasi,” jelas Novendra, Senin (07/09/2026) siang, kepada Wartasiak.com.
Menyinggung soal Karhutla di wilayah Kecamatan Sungai Apit dan perbatasan Kecamatan Kandis, dengan tegas Novendra mengatakan bahwasanya saat ini di lokasi yang masuk wilayah Kabupaten Siak apinya sudah berhasil dipadamkan.
“Alhamdulillah, untuk di wilayah Kecamatan Sungai Apit Karhutla sudah berhasil dipadamkan. Sedangkan info Karhutla yang terjadi di perbatasan Kandis, lokasi kebakarannya tidak masuk di wilayah Kabupaten Siak, melainkan masuk ke wilayah Kabupaten Bengkalis,” lanjut Novendra.
Meskipun saat ini titik api yang terdapat di wilayah Kabupaten Siak masih menyisakan Satu titik, namun petugas Damkar BPBD bersama segenap jajaran lainnya masih terus melakukan pemantauan dan sosialisasi ke masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi terjadinya Karhutla di lingkungan masing-masing.
“Di samping kita berdoa semoga segera turun hujan, kita juga terus menyampaikan imbauan ke masyarakat untuk tidak sembarangan menyalakan api saat beraktivitas di kebun,” tutup Novendra.
Sementara itu, salah seorang petugas Damkar BPBD Kabupaten Siak yang turut terjun ke lokasi Karhutla melakukan pemadaman api menyebutkan, akibat terjadinya musibah Karhutla ini seluruh personil Damkar harus senantiasa siap siaga 24 jam.
“Sekarang kami harus ekstra siaga baik siang maupun malam. Bahkan saat di luar jam kerja pun kami tidak bisa tidur nyenyak, khawatir kalau tiba-tiba ada titik api yang baru,” ujarnya.
Imbas dari pekatnya kabut asap Karhutla yang menyelimuti wilayah Kabupaten Siak, pihak Dinas Pendidikan (Disdik) Siak juga telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) yang ditujukan ke seluruh sekolah agar menerapkan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).
“Iya, mengingat kabut asap yang saat ini menyelimuti wilayah Kabupaten Siak, kami (Disdik) Siak telah mengeluarkan SE terkait penerapan PJJ bagi jenjang PAUD, TK, dan KB sederajat. Adapun untuk jenjang SD kelas 1 sampai 3 juga PJJ, sedangkan untuk SD kelas 4 ke atas dan SMP diterapkan protokol kesehatan serta penyesuaian jam belajar,” kata Kadisdik Siak Romy Lesmana.
Laporan: Atok








