Upacara HUT RI di Siak, Ratusan Peserta Berjemur Kepanasan, Pejabat Nyaman di Bawah Tenda

Siak179 Dilihat

SIAK (WARTASIAK.COM) – Setiap tanggal 17 Agustus seluruh rakyat Indonesia akan memperingati sekaligus merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan.

Perayaan HUT Kemerdekaan itu diisi dengan berbagai kegiatan yang salah satunya adalah pelaksanaan upacara pengibaran bendera sangsaka merah putih.

Menariknya, pada menjelang tibanya perayaan HUT Kemerdekaan RI tahun 2026 ini bermunculan narasi menohok dari para penggiat media sosial yang menyoroti realita di tanah air saat pelaksanaan upacara 17 Agustus.

Narasi yang bermunculan di Medsos itu berkenaan dengan tradisi upacara HUT RI yang sudah lama diterapkan oleh pemerintah, yakni adanya kesan tersekatnya status sosial antara pejabat negara dengan rakyat jelata.

Berdasarkan catatan sejarah, sejak puluhan tahun yang lalu pelaksanaan upacara 17 Agustus kerap digelar di lapangan atau di tempat-tempat khusus yang bisa menampung orang banyak.

Ironisnya, pada upacara tersebut tidak semua peserta berada di bawah naungan atap atau tenda, melainkan ada juga yang harus rela berjemur hingga berjam-jam di bawah terik matahari. Lantas bagaimana dengan pelaksanaan upacara 17 Agustus di Kabupaten Siak?.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, pada moment HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) tahun 2026 ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak juga menggelar upacara bendera yang dihadiri oleh ratusan peserta dari berbagai kalangan, termasuk kepala daerah beserta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) setempat.

Upacara pengibaran bendera merah putih HUT ke-81 RI di Kabupaten Siak itu digelar di lapangan tugu depan Istana Asserayah Al Hasyimiyah Siak, Senin (17/08/2026) pagi. Adapun prosesi pembacaan detik-detik proklamasi dilakukan pada sekitar pukul 10:00 WIB dengan disaksikan oleh segenap pejabat dan tamu undangan yang hadir.

Pantauan awak media di lapangan, pada upacara HUT ke-81 RI yang digelar oleh Pemkab Siak itu, ada juga para peserta yang berdiri di bawah terik matahari dan ada juga yang duduk nyaman di bawah tenda dengan dilengkapi fasilitas kipas angin dan suguhan bermacam cemilan.

Adapun ratusan peserta upacara yang berdiri di bawah terik matahari sebagian besar adalah pegawai/ASN non eselon, seperti pegawai kantor camat, pegawai kantor lurah, fungsional, guru, PPPK, serta para pelajar.

Sedangkan peserta upacara yang duduk nyaman di bawah naungan tenda terdiri dari kepala daerah, pimpinan dan anggota DPRD, unsur Forkopimda, pimpinan OPD, camat, lurah, penghulu, serta pejabat papan atas lainnya dari berbagai instansi di lingkungan Pemkab Siak.

Usai pengibaran sangsaka merah putih, Bupati Siak Dr. Afni Z menyempatkan diri menyerahkan piagam penghargaan kepada sejumlah penghulu berprestasi dengan didampingi Kepala DPMK Siak Hj Susilawati MM.

Laporan: Atok

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *