Kisah Nabi Syam’un AS dan Sebab Turunnya Lailatul Qadar di Bulan Ramadhan

Religi434 Dilihat

RELIGI (WARTASIAK.COM) – Pada bulan suci Ramadhan, terdapat Satu malam yang memiliki keutamaan lebik baik dari 1000 (Seribu) bulan, malam tersebut adalah Lailatul Qadar (malam kemuliaan). Sebagaimana firman Allah SWT yang dijelaskan dalam kitab suci Al Quran yang berbunyi:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ، وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ, لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ، تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ، سَلَامٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ الْفَجْرِ

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Quran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS. Al Qadr: ayat 1 – 5).

Kisah Nabi Syam’un AS dan Lailatul Qadar:

Sejarah turunnya malam kemuliaan (Lailatul Qadar) tidak terlepas dari kisah Nabiyullah yang bernama Syam’un Al Ghazi ‘Alaihis Salam. Dalam riwayat disebutkan bahwa Nabi Syam’un alias Samson adalah nabi yang berjuang menegakkan ajaran tauhid di tengah kaum Bani Israil.

Dalam kitab Muqasyafatul Qulub karya Imam Al Ghazali, dan kitab Qishashul Anbiya karya Ibnu Katsir, dikisahkan bahwasanya pada suatu malam di bulan Suci Ramadhan, Rasulullah SAW berkumpul bersama para sahabat, lalu Rasulullah SAW bercerita tentang kisah Nabi Syam’un Al Ghazi AS yang berjuang di jalan Allah SWT selama seribu bulan.

Nabi Muhammad SAW menceritakan tentang seorang nabi yang hidup di zaman Romawi yang bernama Syam’un Al Ghazi AS. Nabi Syam’un Al Ghazi AS adalah nabi dari kalangan Bani Israil, yang juga merupakan hakim ketiga terakhir pada zaman Israel kuno.

Nabi Syam’un Al-Ghazi AS memiliki beberapa nama, dalam bahasa Arab (versi Islam) ia dikenal dengan nama Syamsyawn atau Syam’un. Dalam bahasa Ibrani ia disebut Simson. Dalam bahasa Tiberias ia disebut Shimshon, dan dalam Alkitab Nasrani ia disebut Samson.

Nabi Syam’un Al Ghazi AS adalah nabi yang memiliki mu’jizat berupa kekuatan yang sangat luar biasa, ia mampu melunakkan besi dan merobohkan istana raja kafir. Sosok Nabi Syam’un bertubuh besar dan berambut panjang.

Nama Syam’un sendiri artinya “yang berasal dari matahari”, sedangkan Al-Ghazi, artinya “yang berasal dari Ghazi” (Ghaza, Palestina sekarang).

Dikisahkan, saat berkumpul bersama para sahabat di bulan suci Ramadhan, Nabi Muhammad SAW terlihat tersenyum sendiri, lalu ditanya oleh para sahabatnya.

“Apa yang membuatmu tersenyum wahai Rasulullah”?.

Rasulullah SAW menjawab:
“Diperlihatkan kepadaku di hari akhir, ketika seluruh manusia dikumpulkan di padang Mahsyar, ada seorang nabi yang membawa pedang dan tidak mempunyai pengikut satupun masuk ke dalam surga, dia adalah Nabi Syam’un”.

Di penghujung ceritanya bersama para sahabat, Rasulullah SAW terlihat termenung dan bersedih karena mengenang perjuangan dan pengorbanan Nabi Syam’un yang begitu luar biasa demi menegakkan ajaran tauhid selama Seribu bulan tanpa henti.

Saat Rasulullah SAW termenung, Allah SWT menurunkan wahyu (Surah Al Qadr) yang menjelaskan tentang malam Lailatul Qadar yang memiliki derajat kemuliaan sama dengan beribadah selama Seribu bulan.

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ، وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ, لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ، تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ، سَلَامٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ الْفَجْرِ

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Quran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS. Al Qadr: ayat 1 – 5).

Ibnu Katsir juga menyebutkan, kisah Nabi Syam’un atau Samson juga tertuang di dalam Al Quran surat Al Baqarah ayat 246. Ayat ini menggambarkan tentang prilaku umat Bani Israil yang kerap berdusta dan mengingkari seruan para nabi.

Allah SWT berfirman:

اَلَمۡ تَرَ اِلَى الۡمَلَاِ مِنۡۢ بَنِىۡٓ اِسۡرَآءِيۡلَ مِنۡۢ بَعۡدِ مُوۡسٰى‌ۘ اِذۡ قَالُوۡا لِنَبِىٍّ لَّهُمُ ابۡعَثۡ لَنَا مَلِکًا نُّقَاتِلۡ فِىۡ سَبِيۡلِ اللّٰهِ‌ؕ قَالَ هَلۡ عَسَيۡتُمۡ اِنۡ کُتِبَ عَلَيۡکُمُ الۡقِتَالُ اَلَّا تُقَاتِلُوۡا ؕ قَالُوۡا وَمَا لَنَآ اَلَّا نُقَاتِلَ فِىۡ سَبِيۡلِ اللّٰهِ وَقَدۡ اُخۡرِجۡنَا مِنۡ دِيَارِنَا وَاَبۡنَآٮِٕنَا ‌ؕ فَلَمَّا کُتِبَ عَلَيۡهِمُ الۡقِتَالُ تَوَلَّوۡا اِلَّا قَلِيۡلًا مِّنۡهُمۡ‌ؕ وَاللّٰهُ عَلِيۡمٌۢ بِالظّٰلِمِيۡنَ

“Artinya: Apakah kalian tidak memperhatikan pemuka-pemuka Bani Israil sesudah Nabi Musa, yaitu ketika mereka berkata kepada seorang nabi mereka, “Angkatlah untuk kami seorang raja supaya kami berperang (di bawah pimpinannya) di jalan Allah.”

“Nabi mereka menjawab, “Mungkin sekali jika kalian nanti diwajibkan berperang, kalian tidak akan berperang.” Mereka menjawab, “Mengapa kami tidak mau berperang di jalan Allah, padahal sesungguhnya kami telah diusir dari kampung halaman kami dan dari anak-anak kami?” Maka tatkala perang itu diwajibkan atas mereka, mereka pun berpaling, kecuali beberapa orang saja di antara mereka. Dan Allah Maha Mengetahui siapa orang-orang yang zalim. (QS Al Baqarah : ayat 246).

Ibnu Katsir dalam tafsirnya mengutip As-Saddi mengatakan bahwa nabi yang dimaksud dalam ayat Surah Al Baqarah itu adalah Nabi Syam’un Al Ghazi AS alias Samson. Meskipun dalam ayat itu tidak disebutkan secara spesifik nama Syam’un Al Ghazi.

Syaikh Wahb ibnu Munabbih dan lain-lainnya juga mengatakan, pada mulanya kaum Bani Israil sesudah wafatnya Nabi Musa AS mereka masih berada dalam jalan yang lurus selama Satu kurun waktu.

Namun, berselang beberapa tahun kemudian mereka membuat-buat hal yang baru dan sebagian di antara mereka ada yang menyembah berhala. Sehingga Allah SWT mengutus nabi Syam’un Al Ghazi AS kepada umat Bani Israil untuk menyeru agar mereka kembali kepada ajaran Taurat yang dibawa oleh Nabi Musa AS.

KESIMPULAN:
Dalam riwayat disebutkan, malam kemuliaan (Lailatul Qadar) turun pada bulan suci Ramadhan. Meski demikian, para ‘ulama berbeda pendapat tentang waktu pasti turunnya malam Lailatul Qadar itu. Ada yang berpendapat bahwa Lailatul Qadar turun pada malam 17 Ramadhan, ada juga yang berpendapat pada malam ganjil (di atas malam ke-20 terakhir Ramadhan).

Oleh sebab itu, pada malam-malam menjelang berakhirnya bulan Suci Ramadhan, umat muslim dianjurkan untuk memperbanyak ibadah seperti shalat malam, berdzikir, membaca Al Quran, dan lain sebagianya. Dengan harapan semoga mereka yang melaksanakan ibadah tersebut bisa mendapatkan malam Lailatul Qadar.

Dalam sebuah riwayat disebutkan, sahabat pernah bertanya kepada Rasulullah SAW tentang bagaimana caranya agar bisa berbuat ‘amal kebaikan seperti yang dilakukan oleh Nabi Syam’un?”.

Atas pertanyaan sahabat itu, malaikat Jibril pun datang dan memberi tahu Rasulullah SAW, bahwasanya umat beliaupun nantinya juga bisa mendapatkan pahala ibadah Seribu bulan sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi Syam’un Al Ghazi AS, yakni bagi mereka (umat Islam) yang mendapatkan malam Lailatul Qadar di bulan Ramadhan.

Secara khusus, dalam kitab suci Alquran disebutkan nama-nama nabi yang wajib diketahui oleh umat muslim sebanyak 25 nabi dan rasul. Jumlah tersebut hanya sebagian kecil dari sekian banyak nabi dan rasul yang diutus oleh Allah SWT ke muka bumi.

Dalam kitab Qishashul Anbiya’ karya imam Ibnu Katsir disebutkan bahwa secara keseluruhan jumlah nabi yang diutus di muka bumi sebanyak 124.000. Dari jumlah tersebut terdapat 313 rasul yang tersebar diseluruh penjuru dunia, termasuk Rasulullah SAW yang menjadi penutup para nabi dan rasul.

Dikutip dari beberapa kitab hadits, terdapat cukup banyak nama-nama nabi dan rasul yang telah diutus ke muka bumi. Meskipun namanya tidak tercantum dalam kitab suci Alquran, namun kisah perjuangannya tidak kalah menarik dengan nabi-nabi yang namanya tercantum dalam kitab suci Alquran.

Berikut nama-nama 25 nabi dan rasul yang namanya tercantum dalam kitab suci Alquran:

1. Nabi Adam AS
2. Nabi Idris AS
3. Nabi Nuh AS
4. Nabi Hud AS
5. Nabi Saleh AS
6. Nabi Ibrahim AS
7. Nabi Ismail AS
8. Nabi Ishaq AS
9. Nabi Luth AS
10. Nabi Ya’qub AS

11. Nabi Yusuf AS
12. Nabi Syu’aib AS
13. Nabi Ayyub AS
14. Nabi Dzulkifli AS
15. Nabi Musa AS
16. Nabi Harun AS
17. Nabi Dawud AS
18. Nabi Sulaiman AS
19. Nabi Ilyas AS
20. Nabi Ilyasa’ AS

21. Nabi Yunus AS
22. Nabi Zakaria AS
23. Nabi Yahya AS
24. Nabi Isa AS
25. Nabi Muhammad SAW.

Berikut beberapa nabi yang namanya tidak tercantum dalam kitab suci Alquran:

1. Nabi Syits AS.
2. Nabi Khidir AS.
3. Nabi Hanzalah AS.
4. Nabi Daniyal AS.
5. Nabi Uzair AS.
6. Nabi Armiya AS.
7. Nabi Yasaya AS.
8. Nabi Hizqiyal AS.
9. Nabi Yusya’ AS.
10. Nabi Syam’un AS.

11. Nabi Syofwaan AS.
12. Nabi Bunasy AS.
13. Nabi Balyaa AS.
14. Nabi Ya’wa AS.
15. Nabi Kaylun AS.
16. Nabi Arfakhtsyad AS.
17. Nabi Tsama’il AS.
18. Nabi Abhaf AS.
19. Nabi Murdaaziyman AS.
20. Nabi Tsari’ AS.
Dan masih banyak lagi yang lainnya hingga mencapai 124.000 nabi dan rasul.

(Wallahu a’lamu bishshowab).

Penulis: Atok
Dikutip dari berbagai sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *