Dibangun Atas Usulan Pordasi, Trek Latihan Kuda Rp200 Juta di Siak Terkesan Mubazir

Siak314 Dilihat

SIAK (WARTASIAK.COM) – Pada beberapa waktu lalu Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Kabupaten Siak, mengajukan usulan kepada Pemkab Siak untuk dibangunkan/dibuatkan arena latihan kuda.

Alhasil, atas adanya usulan tersebut, pada tahun 2024 lalu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) membangun arena/trek latihan kuda di bawah Jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah (TASL) Siak.

Namun sayang, berselang hingga Dua tahun berlalu trek latihan kuda tersebut tak kunjung digunakan sebagaimana mestinya. Bahkan saat ini kondisi di sekitar lokasi trek latihan kuda itu tampak dipenuhi semak ilalang dan rumput-rumput liar lainnya seolah tak ada yang bertanggungjawab atas keberadaan trek yang dibangun dengan biaya mencapai ratusan juta rupiah tersebut.

“Sangat disayangkan keberadaan trek latihan kuda yang sudah menghabiskan anggaran ratusan juta rupiah itu sampai hari ini tak difungsikan sebagaimana mestinya,” ujar salah seorang warga Siak.

Berdasarkan data yang dihimpun Wartasiak.com, pada pelaksanaan pembangunan trek latihan kuda itu pihak rekanan yang ditunjuk sebagai pelaksana adalah CV Mulia Artha Sejahtera dengan nilai pekerjaan sebesar Rp199.700.000. Sedangkan pihak yang ditunjuk sebagai konsultan pengawas adalah CV Multy Deseko dengan nilai pekerjaan sebesar Rp19.758.000.

Menanggapi tak kunjung difungsikannya trek latihan kuda yang sudah dibangun tersebut, Kepala Disbudparpora Siak H Syafrizal S.Sos, M.Si menjelaskan, pembangunan trek latihan kuda itu direalisasikan atas adanya usulan dari Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Kabupaten Siak.

“Trek latihan kuda itu dibangun karena adanya usulan dari Pordasi Kabupaten Siak. Tentunya kami juga sangat menyayangkan trek tersebut hingga saat ini belum digunakan untuk latihan. Kami berharap fasilitas yang sudah ada itu bisa dimanfaatkan sesuai kebutuhan Pordasi,” tegas Syafrizal, Selasa (28/07/2026) siang.

Dikatakannya juga, dengan sudah dibangunnya fasilitas untuk keperluan Pordasi itu, diharapkan mereka bisa merawat dan memanfaatkan agar tidak menimbulkan asumsi miring di tengah masyarakat.

“Harapan kita Pordasi yang menggunakan bisa merawat trek tersebut,” tutup Syafrizal.

Sementara itu di tempat terpisah, Ketua Pordasi Kabupaten Siak Syarif S.Ag, saat dikonfirmasi terkait kondisi trek latihan kuda yang sudah dipenuhi semak ilalang dan rumput liar itu, pihaknya justeru mengaku bahwa trek tersebut dianggap belum standar untuk digunakan sebagai tempat latihan berkuda.

“Pernah kita bawa kuda di sana tapi kudanya tidak mau di sana yakni pada kabur balik ke kandang, mungkin belum sesuai standar. Dan menurut pelatih memang trek itu belum standar. Rencana mau kita rehab lagi mungkin melalui goro bersama kawan-kawan Pordasi. Dalam minggu kemarin sudah saya musyawarah dengan kawan-kawan untuk sementara ini kami maksimalkan di kandang saja,” jawab Syarif.

Saat ditanya terkait apakah pembangunan trek latihan kuda yang dinilai belum standar itu merupakan kegiatan Pokok Pikiran (Pokir) anggota DPRD Siak?, dengan tegas Syarif membantah dan mengatakan bahwa kegiatan itu bukan Pokirnya yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua I DPRD Siak dari fraksi PAN.

“Bukan, tidak ada Pokir saya itu bang,” kilah Syarif.

Terlepas arena/trek latihan kuda itu dibangun tersebab adanya Pokir anggota dewan atau tidak, publik sangat menyayangkan jika fasilitas yang sudah dibangun tersebut tidak segera dimanfaatkan oleh pihak yang mengusulkan pembangunannya.

“Akan kita maksimalkan setelah goro, karena kalau dipaksakan akan mencederai kuda,” tutup Syarif.

Laporan: Atok



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *