Anggaran Terbatas, Dinas PU Siak Hanya Mampu Ngaspal Tiga Titik Jalan di 2025

Siak837 Dilihat

SIAK (WARTASIAK.COM) – Keterbatasan anggaran yang dialami Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak di tahun 2025 ini telah berimbas pada berkurangnya proyek pembangunan di setiap kampung dan kecamatan. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya di saat kondisi keuangan daerah masih stabil, banyak program pembangunan yang bisa direalisasikan di tengah masyarakat.

Akibat kondisi keuangan daerah yang tidak stabil, tahun ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak melalui Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang dan Pemukiman (PU Tarukim) hanya mampu merealisasikan peningkatan/pengaspalan jalan di Tiga titik saja. Sedangkan untuk perbaikan jalan-jalan rusak dan berlobang juga belum bisa dilakukan secara menyeluruh.

Plt Kepala Dinas PU Tarukim Siak H Tengku Amri ST, melalui Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Ir. Arief Adhytia ST, MT, IPM menuturkan, pekerjaan peningkatan jalan tahun 2025 ini sudah mencapai sekitar 60 persen.

“Tahun ini ada Tiga titik/lokasi jalan poros yang dilakukan pengaspalan, progress pengerjaannya sudah ada yang mencapai 60 persen. Kita berharap tahun depan kondisi keuangan negara dan daerah bisa lebih baik, sehingga kita bisa merealisasikan peningkatan jalan poros lebih banyak dari tahun ini,” ujar Kabid Arief, Kamis (25/09/2025) siang, kepada Wartasiak.com.

Berdasarkan informasi yang disampaikan Kabid Arief, pengaspalan jalan poros yang direalisasikan tahun 2025 ini di antaranya adalah jalan Kampung Sawit Permai menuju Teluk Merbau Kecamatan Dayun, jalan Siak-Tumang Kecamatan Siak, dan jalan Lubuk Miyam Kecamatan Koto Gasib.

“Semoga pengerjaan pengaspalan jalan poros itu bisa selesai tepat waktu sesuai kontrak. Pihak rekanan juga terus kami ingatkan agar pengerjaannya benar-benar sesuai yang diharapkan masyarakat. Kita mengutamakan mutu/kualitas dalam setiap pekerjaan,” lanjut Kabid Arief.

Dinas PU Tarukim Siak selaku OPD yang membidangi masalah infrastruktur jalan dan jembatan, terus berupaya mewujudkan pembangunan yang diharapkan oleh masyarakat. Minimnya realisasi pembangunan di tahun 2025 ini harus dimaklumi bersama karena kondisi keuangan yang tidak memungkinkan.

“Kita menyadari masih ada beberapa titik jalan poros antar kampung yang belum teraspal, termasuk juga jalan lingkungan kampung antar dusun, seperti di Kampung Banjar Seminai Dayun antara blok B menuju ke blok C,” sambung Kabid Arief.

Dijelaskan Kabid Arief, peningkatan jalan yang direalisasikan di tahun 2025 ini anggarannya bersumber dari Dana Bagi Hasil (DBH) sawit dan Dana Insentif Daerah (DID) dari Pemerintah Pusat, sedangkan dari dana APBD sama sekali tidak ada.

“Tahun ini tidak ada dana APBD untuk peningkatan jalan, karena kita juga tau saat ini kondisi keuangan daerah sedang mengalami pengurangan, ditambah lagi masih adanya utang tunda bayar 2024 yang belum terselesaikan. Intinya kita semua berdoa, semoga tahun depan keuangan daerah bisa lebih baik,” tutup Kabid Arief.

Laporan: Atok



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *