Gandeng 14 PKBM, SKB Negeri Mempura Siap Tampung Warga Putus Sekolah

Siak618 Dilihat

SIAK (WARTASIAK.COM) – Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Negeri Mempura Kabupaten Siak, merupakan fasilitas sekolah nonformal yang sudah sejak lama berkiprah di dunia pendidikan, khususnya untuk menampung para generasi muda maupun masyarakat yang pernah putus sekolah.

Salah satu program kerja yang dimiliki oleh SKB Negeri Mempura di Kabupaten Siak itu adalah mengembangkan kegiatan belajar-mengajar jenjang kesetaraan Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA), dalam istilah umumnya disebut sekolah kejar paket A, B, dan C.

Saat ini SKB Negeri Mempura bersama Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) menyediakan fasilitas belajar sebagaimana di sekolah-sekolah formal lainnya, seperti buku cetak, ruang kelas, maupun tenaga pendidik (guru/tutor).

Terkait program kerja yang dimiliki oleh SKB Negeri dan PKBM di Kabupaten Siak itu, Plt Kepala SKB Negeri Mempura Nurman M.Pd menyebutkan, bagi masyarakat yang pernah putus sekolah bisa mengulang dan melanjutkan jenjang pendidikannya di SKB Negeri Mempura atau di PKBM yang tersedia di setiap kecamatan.

“Kami memiliki program kerja yang sudah berjalan sejak sekitar Lima tahun yang lalu. Program kerja tersebut adalah memberikan kemudahan dan pelayanan kepada masyarakat yang ingin mengikuti sekolah kesetaraan mulai dari jenjang paket A hingga paket C,” jelas Nurman, Kamis (23/07/2026) siang, saat ditemui di ruang kerjanya.

“Untuk di wilayah Kecamatan Mempura tempat belajarnya adalah SMPN 2 Mempura yang beralamat di Kampung Merempan Hilir. Sedangkan untuk di wilayah Kecamatan Dayun tempat belajarnya adalah SMPN 5 Dayun dan SDN 03 Banjar Seminai. Adapun jam belajarnya dibuka pada setiap hari Sabtu dan Ahad,” lanjut Nurman.

Dijelaskannya juga, bagi masyarakat yang ingin mendaftarkan diri untuk mengikuti sekolah kesetaraan kejar paket A, B, dan C itu, mereka bisa mendaftar lewat para guru-guru ataupun tutor yang sudah ditunjuk oleh Korwil Pendidikan di masing-masing kecamatan.

“Kalau ada masyarakat yang ingin mendaftar untuk mengikuti sekolah kesetaraan, mereka bisa mendaftar kepada guru-guru (tutor, red) yang ada di masing-masing kecamatan. Selanjutnya nanti guru-guru itulah yang mengantar/menyerahkan file pendaftaran tersebut kepada kami, karena sistemnya via satu pintu yang sekaligus untuk pendataan Dapodik,” sambung Nurman.

Dalam hal menjalankan dan mengembangkan program sekolah kesetaraan paket A, B, C itu, pihak SKB Negeri Kabupaten Siak yang berpusat di Kecamatan Mempura itu juga menjalankan berbagai kegiatan yang bisa menambah skil/keterampilan para peserta didik melalui pelatihan dan kursus.

“Bagi masyarakat yang mendaftar tidak dipungut biaya. Adapun masa pendidikan/belajar yang mereka jalani sama dengan di sekolah-sekolah formal yakni selama Tiga tahun. Kita berharap dengan adanya SKB dan PKBM ini masyarakat yang pernah putus sekolah bisa melanjutkan pendidikannya,” imbuh Nurman.

Menyinggung soal sekolah kesetaraan yang ada di Kabupaten Siak, dengan tegas Plt Kepala SKB Negeri Mempura itu menjelaskan, untuk di setiap kabupaten/kota hanya ada 1 berbasis negeri, sedangkan berbasis swasta ada di setiap kecamatan.

“SKB Negeri Mempura merupakan satu-satunya fasilitas sekolah kesetaraan berbasis negeri yang ada di wilayah Kabupaten Siak. Namun demikian, kami juga bekerjasama dengan seluruh PKBM swasta yang ada di setiap kecamatan. Bagi peserta didik yang sudah tamat mengikuti sekolah kesetaraan, mereka bisa mengambil ijazahnya di SKB Negeri Mempura,” lanjut Nurman.

“Bagi masyarakat yang mendaftar di tahun 2026 ini, maka mereka bisa langsung mengikuti kegiatan belajar di tahun ini juga,” tutup Nurman.

Laporan: Atok

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *