SIAK (WARTASIAK.COM) – Kementerian Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Kementerian PKP), mulai menyalurkan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) kepada ratusan masyarakat Kabupaten Siak yang namanya masuk dalam usulan rehab rumah tahun 2026.
Bantuan berupa rehab rumah tersebut menyasar kepada masyarakat kurang mampu yang kondisi rumahnya dianggap kurang memadai alias tidak layak huni.
Program BSPS yang disalurkan di Kabupaten Siak itu merupakan realisasi dari usulan yang telah diajukan oleh Pemkab Siak bersama DPRD Siak, serta Pemerintah Kampung (Pemkam) di seluruh kecamatan melalui Dinas PKP Kabupaten Siak.
Adapun sistem pengerjaannya di lapangan tidak melibatkan pihak rekanan, melainkan dikerjakan langsung oleh masyarakat setempat (penerima, red) dengan pola swadaya.
Saat dikonfirmasi Wartasiak.com, Kepala Bidang (Kabid) Perumahan Dinas PKP Siak Ulpuadi ST, membenarkan jika tahun 2026 ini Kabupaten Siak menerima penyaluran program BSPS untuk masyarakat kurang mampu yang ada di sejumlah kecamatan.
“Iya, tahun ini ada ratusan nama yang diusulkan sebagai penerima program BSPS di Kabupaten Siak. Para penerima tersebar di beberapa kecamatan. Saat ini sudah ada yang mulai dikerjakan,” jelas Kabid Ulpuadi.
Sementara itu, Kepala Dinas PKP Kabupaten Siak Tengku Indraputra S.STP, M.Si, juga menjelaskan secara detail terkait program BSPS yang disalurkan tersebut.
“Alhamdulillah, program BSPS yang merupakan bantuan bedah/rehab rumah di wilayah Kabupaten Siak sudah ada yang mulai dikerjakan. Program ini tidak dibiayai melalui APBD Kabupaten Siak, melainkan dari dana APBN melalui Kementerian PKP,” terang Kadis Tengku Indra, Ahad (27/09/2026) siang.
Menyinggung soal pembiayaan atas pengerjaan program BSPS itu, dengan tegas Kadis Tengku Indra menjelaskan bahwasanya masing-masing penerima mendapat bantuan dana sebesar Rp20 juta yang diperuntukkan membeli bahan/material bangunan seperti batu, pasir, semen, seng, dan lain sebagainya serta untuk upah tukang/pekerja.
“Sistem pembiayaannya disalurkan langsung ke rekening toko bangunan dan rekening tukang/pekerja. Di situ nanti pihak penerima bantuan akan mendapatkan bahan-bahan bangunan yang dibutuhkan. Intinya program BSPS itu tujuannya untuk membantu perbaikan rumah pada bagian atap, lantai, dan dinding,” lanjut Tengku Indra.
Dikatakannya juga, realisasi program BSPS itu sebelumnya sudah dilakukan verifikasi dan peninjauan langsung ke lokasi oleh tim penyeleksi (TFL/ Tenaga Fasilitator Lapangan) guna memastikan kondisi rumah calon penerima bantuan.
“Sebelum program BSPS itu disalurkan, sudah ada tim seleksi yang turun ke lapangan meninjau kondisi rumah calon penerima bantuan. Tim seleksi yang turun itu terdiri dari tenaga teknis Kementerian Perumahan (TFL) dan didampingi Tim dari Dinas PKP Siak,” imbuh Tengku Indra.
Berdasarkan data usulan yang diajukan oleh Dinas PKP Siak, Kadis Tengku Indra menyebutkan pada tahun 2026 ini ada sekitar 541 nama/warga kurang mampu yang diprioritaskan untuk mendapatkan bantuan bedah rumah. Meski demikian, sejauh ini yang sudah disetujui dan sudah diterbitkan SK penetapan penerima baru sekitar 200-an.
“Untuk di tahun 2026 ini ada sekitar 541 nama yang diusulkan. Dari jumlah tersebut, hingga hari ini baru sekitar 200-an yang sudah keluar SK-nya sebagai penerima program BSPS,” katanya lagi.
Dengan banyaknya jumlah nama yang diusulkan sebagai calon penerima program BSPS itu, Pemkab Siak bersama DPRD, dan Pemerintah Kampung di seluruh kecamatan, akan terus berusaha mengupdate data usulan dan memperjuangkan agar setiap nama/warga yang sudah diusulkan itu nantinya bisa mendapatkan bantuan sesuai yang diharapkan.
“Semua usulan nama yang sudah masuk dalam database akan diusulkan untuk mendapatkan bantuan BSPS. Seandainya tahun ini masih ada usulan yang belum bisa terealisasi, diminta kepada masyarakat untuk bersabar,” tutup Tengku Indra.
Di tempat terpisah, Penghulu Kampung Benteng Hulu (Benhul) Sadam, S.Si, menyebutkan bahwa penerima program BSPS di wilayahnya sebanyak 15 kepala keluarga.
“Iya, tahun ini di Benhul ada 15 KK yang mendapat bantuan bedah rumah program BSPS. Beberapa di antaranya sudah mulai dikerjakan,” ujar Sadam.
Laporan: Atok








