Kesal Atas Sikap Pemkab Siak, Puluhan Dokter Spesialis Ancam tak Layani Pasien

Siak9591 Dilihat

SIAK (WARTASIAK.COM) – Layanan kesehatan merupakan salah satu prioritas utama yang harus terus ditingkatkan oleh Pemerintah Daerah (Pemda), baik di tingkat Puskesmas maupun Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD).

Fakta miris yang terjadi hari ini di Kabupaten Siak, para tenaga medis kalangan dokter spesialis di RSUD Tengku Rafi’an Siak justeru tidak mendapatkan perlakuan yang baik dari Pemkab Siak. Hal itu tentunya akan berimbas pada menurunnya semangat para dokter dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat.

Guna menyampaikan keluhan yang dirasakan oleh para dokter spesialis yang bertugas di RSUD Tengku Rafi’an itu, hari ini Senin (16/03/2026) siang, para dokter spesialis menggelar rapat/audiensi bersama Direktur RSUD Tengku Rafi’an.

Berdasarkan lampiran undangan rapat yang diterima awak media, pada rapat tersebut para dokter spesialis berharap Bupati Siak Afni Z bisa turut hadir. Namun hingga acara selesai, bupati Siak tidak terlihat hadir dan hanya dihadiri Direktur RSUD Tengku Rafi’an Siak Khamariah. Bahkan Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKP2KB) Siak dr. Handry juga tidak hadir.

Tembusan undangan rapat/audiensi para dokter spesialis itu juga ditujukan kepada Ketua DPRD Kabupaten Siak, Kepala Inspektorat Siak, Kepala DKP2KB Siak, Kepala BKAD Siak, Kepala BKPSDM Siak.

Point utama yang dibahas pada rapat/audiensi itu adalah soal diterbitkannya Surat Keputusan (SK) Bupati Siak Nomor 100.3.3.2/446/HK/KPTS/2026 yang dinilai mencederai hak-hak dokter spesialis.

Berdasarkan daftar absensi yang dibubuhi tanda tangan peserta hadir, puluhan dokter spesialis yang hadir pada rapat/audiensi itu di antaranya adalah:

– Dr. Raffi Fauzi (spesialis kandungan).
– Dr. Hendri Adi Saputra (spesialis kandungan).
– Dr. Rika Efendi (spesialis kandungan).
– Dr. H. Izwar (spesialis penyakit dalam).
– Dr. H. Abdul Karim (spesialis penyakit dalam).

– Dr. Devi Gusmaiyanto (spesialis anak).
– Dr. Wilson (spesialis anak).
– Dr. Destri Linjani (spesialis anak).
– Dr. Syafed Rianda (spesialis bedah).
– Dr. Tondy Arian Pakpahan (spesialis bedah).
– Dr. Erneti Aziz (spesialis paru).
– Dr. Pofi Risanti Yarsy (spesialis paru).

– Dr. dr. Dina Devi (spesialis dermato venerologi).
– Dr. Alfida Yanti (spesialis mata).
– Dr. Kahermasari (spesialis mata).
– Dr. Akhmad Yahin (spesialis rehabilitasi medik).
– Dr. Dwi Wijayanti (spesialis kedokteran jiwa).
– Dr. Loli Anton (spesialis bedah tulang).
Serta belasan dokter spesialis lainnya dari berbagai ruangan yang ada di RSUD Tengku Rafi’an Siak.

Kepada Wartasiak.com, salah seorang dokter spesialis yang hadir pada audiensi itu menuturkan, dirinya bersama para dokter sengaja menyempatkan diri untuk menggelar diskusi bersama pimpinan RSUD Tengku Rafi’an Siak guna membahas terkait hak para dokter.

“Hari ini kami para dokter spesialis menggelar audiensi bersama pimpinan RSUD Tengku Rafi’an Siak. Pada pertemuan ini sebenarnya juga diharapkan kehadiran bupati, tapi beliau tidak hadir. Kami sudah dua kali minta audiensi mulai bulan November akhir 2025 lalu, tapi sampai sekarang tidak pernah ditanggapi. Bahkan pada audiensi ini juga tidak ada solusi sebagaimana yang kami harapkan,” ujar dokter tersebut.

KESIMPULAN dan KESEPAKATAN yang dihasilkan pada rapat audiensi itu adalah:

– Dokter spesialis minta perlakuan khusus karena terdapatnya kelangkaan profesi sebesar Rp30 juta/bulan yang sudah diberikan mulai dari awal berdirinya RSUD di Kabupaten Siak.

– Jika kelangkaan profesi tidak dihargai, maka para dokter spesialis membuat penolakan pelayanan berupa Penutupan Pendaftaran di RSUD sehingga Tidak Ada Pelayanan Pasien di Rawat Jalan mulai Selasa 17 Maret 2026 sampai ada Pembayaran September 2025 sampai dengan Februari 2026 dibayarkan.

“Jangan ada diskriminasi, mohon segera hak kami dikeluarkan sesuai kompetensi yang kami miliki. Hormat Kami ASN dokter spesialis Kabupaten Siak,” tutup dokter di Siak itu.

Guna mendapatkan tanggapan dan penjelasan atas audiensi yang digelar tersebut,  awak media mencoba mengkonfirmasi Direktur RSUD Tengku Rafi’an Siak Khamariah via pesan whatsapp. Namun sayang, hingga berita ini dirilis yang bersangkutan enggan untuk membalas konfirmasi yang dilayangkan.

Laporan: Atok

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *