Mutasi Pejabat, Kakak Wabup Hingga Ajudan Bupati Naik Jabatan Eselon III.a

Siak1884 Dilihat

SIAK (WARTASIAK.COM) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak menggelar acara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan terhadap puluhan ASN/pejabat. Prosesi pelantikan yang berlangsung selama sekitar Satu jam itu dipimpin langsung oleh Bupati Siak Dr. Afni Z, Kamis (12/03/2026) siang, bertempat di Balairung Datuk Empat Suku Komplek Abdi Praja Siak.

Berdasarkan lampiran/data yang diterima Wartasiak.com, dari sekian banyak pejabat yang dilantik itu ada beberapa orang di antaranya yang terkena mutasi (pindah tugas, red) dari kantor lama ke kantor yang baru.

Sejumlah pejabat yang terkena mutasi itu di antaranya adalah Kepala Bidang (Kabid) Penegak Perundang-undangan Daerah Satpol PP Siak Subandi, dimutasi ke Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Siak.

Selanjutnya Kepala Bagian (Kabag) Prokopim Setdakab Siak Aditya Chitra Smara dimutasi ke Satpol PP Siak. Jabatan Kabag Prokopim saat ini diisi/digantikan oleh Ida Royani yang sebelumnya merupakan ajudan Bupati Afni Z.

Sementara itu, di Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKP2KB) juga dilakukan pengisian jabatan sekretaris yang sebelumnya sempat mengalami kekosongan. Jabatan sekretaris DKP2KB Siak itu diisi oleh Misnawati yang diketahui merupakan kakak/saudara dari Wakil Bupati (Wabup) Siak Syamsurizal.

Sebelum dilantik sebagai sekretaris DKP2KB Siak, Misnawati bertugas sebagai administrator kesehatan ahli muda dengan tugas tambahan kepala UPTD Puskesmas Sabak Auh.

Kepala UPTD Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Siak juga mengalami pergantian dari yang lama kepada yang baru. Saat ini jabatan Kepala UPTD Labkesda Siak diamanahkan kepada Yenni Puspita menggantikan Irma Nasution.

Pelantikan pejabat yang dilakukan di siang bolong pada bulan suci Ramadhan itu juga sempat menarik perhatian publik atas dilantiknya salah seorang ASN Sekrataris Camat (Sekcam) menjadi Kepala Bidang (Kabid) di Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Atensi publik terhadap pelantikan Sekcam menjadi Kabid itu bukan dikarenakan kemampuan/kapasitas kinerjanya di pemerintahan. Melainkan karena yang bersangkutan diduga pernah melakukan perbuatan tidak senonoh (dugaan mesum, red) di salah satu rumah kontrakan di Kota Siak. Kejadian tersebut sempat menghebohkan warga sekitar dan menjadi trending topik di beberapa media massa.

Meski demikian, dari penjelasan dan konfirmasi yang diterima awak media, kejadian dugaan mesum tersebut sudah dibantah oleh pihak Pemerintah Kecamatan (Pemcam) setempat bahwasanya kejadian itu sudah diklarifikasi oleh yang bersangkutan.

Terlepas dari semua kejadian yang sempat menyeret nama/oknum ASN Pemkab Siak itu, publik berharap ke depan seluruh pejabat yang dilantik bisa menjalankan tugas dan tanggungjawabnya dengan baik. Serta tidak melakukan hal-hal negatif yang bisa merusak citra ASN di mata masyarakat.

Menanggapi pelantikan pejabat yang dilakukan Bupati Afni Z di bulan suci Ramadhan itu, tokoh muda Siak yang juga Ketua Ormas Masyarakat Peduli Kabupaten Siak (MPKS) Wan Hamzah menegaskan, setiap pejabat yang diberi amanah harus bisa menjalankan tugas/fungsinya dengan baik.

“Saat ini kita sedang berada di bulan suci Ramadhan. Bulan yang penuh keberkahan dan kebaikan. Semoga pelantikan pejabat yang dilakukan pada bulan suci Ramadhan ini bisa membawa keberkahan bagi Kabupaten Siak. Intinya setiap pejabat yang diberikan amanah harus benar-benar menjalankan amanah itu sesuai sumpah jabatan yang diucapkan,” tegas Wan Hamzah.

Menurut Wan Hamzah, siapapun layak diberikan jabatan sesuai keahlian yang dimiliki, serta mampu berkonstribusi untuk kemajuan daerah dan kemaslahatan masyarakat.

Laporan: Atok

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar

  1. Pelantikan ini apakah berdasarkan kompetensi dan etick yg dilantik. Jgn karena saudara mara, kawan mk dilantik. Berapa byk ASN senior yg masa jabatan/ pangkatnya sudah mentok. Apakah Pemkab xq BKPSDM pnya data tsb. Jgn setiap MW melantik pejabat harus menghadap sana sini ngemis jabatan. Ayo berubah sesuai jargon kampanye.