Disalurkan Jelang Pilkada, Proyek Gerobak Diskop UMKM Siak Dipertanyakan

Siak1183 Dilihat

SIAK (WARTASIAK.COM) – Belum lama ini sempat beredar foto-foto gerobak bakso berwarna biru berjejer di pinggir jalan. Pada gerobak tersebut tertera tulisan bantuan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak Tahun Anggaran (TA) 2024 Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (Diskop UMKM).

Berbeda dengan kegiatan-kegiatan OPD lainnya, pada kegiatan yang direalisasikan oleh Diskop UMKM Kabupaten Siak berupa penyediaan gerobak untuk UMKM itu diduga tidak melalui proses lelang di LPSE Kabupaten Siak. Sehingga gerobak-gerobak itu sempat menimbulkan tanda-tanya publik yang menduga sistem pelaksanaan kegiatannya terkesan tidak transparan.

“Tolong kawan-kawan media telusuri dan pertanyakan ke OPD terkait kegiatan pengadaan gerobak di Diskop UMKM Siak TA 2024, karena kita cek di LPSE tidak ada tertera item kegiatannya, sehingga kita tidak tau berapa besar anggarannya dan berapa banyak jumlah gerobaknya, dan disalurkan di wilayah mana saja,” sebut salah seorang warga Siak, Jum’at (20/09/2024) kemarin, kepada Wartasiak.com.

Berdasarkan informasi yang beredar di masyarakat, gerobak-gerobak itu seolah disiapkan oleh Diskop UMKM Siak pada menjelang Pilkada Siak 2024, di mana pada beberapa hari lalu penyalurannya diserahkan langsung oleh Bupati Alfedri yang saat ini berstatus sebagai Bakal Calon (Bacalon) Bupati Siak.

Benarkah penyaluran bantuan gerobak tersebut bertujuan untuk menarik simpati masyarakat menjelang Pilkada?.

“Seolah-olah bantuan gerobak itu seperti serangan fajar menjelang Pilkada,” tutup warga Siak itu.

Sementara itu di tempat terpisah, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Siak Arisman, saat dikonfirmasi awak media terkait gerobak berwarna biru yang berjejer di pinggi jalan itu, pihaknya mengakui bahwa gerobak tersebut merupakan bantuan yang disalurkan kepada pedagang bakso di Siak.

“Iyo, bantuan itu dari Diskop UMKM untuk membantu pedagang bakso di Kabupaten Siak,” jawab Arisman singkat.

Namun saat ditanya terkait proses pengadaannya yang tidak melalui LPSE Kabupaten Siak, Arisman mengakui kegiatan tersebut tidak berbunyi “Pengadaan Gerobak” di LPSE, melainkan kegiatan bantuan untuk masyarakat yang mencakup keperluan-keperluan pedagang UMKM.

“Kegiatan itu lelangnya tetap melalui LPSE, tapi tidak berbunyi pengadaan gerobak bakso, tapi bunyinya bantuan untuk masyarakat pelaku UMKM, kegiatan itu sebenarnya bulan Mei lalu, tapi karena tidak ada duit maka baru bisa dilaksanakan di bulan Agustus,” sambung Arisman.

Kadiskop UMKM Siak itu juga menyebutkan, pengadaan gerobak itu tidak sekaligus disalurkan ke masyarakat, karena ada cluster-cluster yang sistem penyalurannya secara bertahap.

“Tidak sekaligus disalurkan, ada cluster-clusternya, kemarin yang sudah disalurkan sebanyak 22 unit, nanti ada juga untuk di wilayah Tualang dan wilayah lainnya, secara keseluruhan jumlahnya 66 unit,” tutup Arisman.

Dikatakannya juga, saat ini pelaksanaan kegiatan penyediaan bantuan gerobak bakso untuk UMKM itu juga belum rampung 100 persen. Artinya masih belum seluruhnya tersalurkan kepada masyarakat.

Setiap program bantuan yang disalurkan oleh Pemkab Siak kepada masyarakat, tentunya sangat berdampak positif bagi kemajuan dan peningkatan usaha masyarakat, namun di saat masa-masa Pilkada seperti sekarang ini, program bantuan yang disalurkan kerap menimbulkan asumsi seolah ditunggangi oleh kepentingan politik.

Penulis: Thoxriq



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *