SIAK (WARTASIAK.COM) – Menjelang tibanya musim penghujan yang biasanya terjadi di bulan Desember, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) telah melakukan upaya antisipasi terjadinya banjir dengan mengerahkan alat berat (excavator, red) guna membersihkan kanal-kanal dan sungai yang ada di setiap kecamatan.
Pantaun awak media di lapangan, saat ini alat berat Dinas PUPR Siak itu telah memasuki wilayah Kecamatan Mempura melakukan pembersihan kanal yang terdapat di tepian jalan Pemda Kampung Benteng Hulu (Benhul).
Terkait hal itu, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Siak Ardi Irfandi ST, MM, melalui Kepala Seksi (Kasi) Bidang Pengairan Iswanto ST, MM menuturkan, pengerjaan normalisasi saluran air yang merupakan bagian penting dari program kerja Dinas PUPR Siak itu sudah dilakukan sejak beberapa bulan yang lalu.
“Sesuai arahan bupati, kami (Dinas PUPR Siak, red) diminta untuk secepatnya melakukan normalisasi saluran air sebagai antisipasi terjadinya banjir di saat tibanya musim penghujan. Pembersihan kanal dan sungai tersebut sudah dilakukan sejak beberapa bulan yang lalu dengan mengerahkan alat berat ke beberapa kecamatan,” ujar Iswanto, Selasa (13/10/2026) siang, kepada Wartasiak.com.
Dijelaskannya juga, titik rawan banjir yang menjadi problem tahunan di wilayah Kabupaten Siak meliputi hampir di setiap kecamatan. Sejumlah wilayah yang kerap menjadi langganan banjir di antaranya adalah Kecamatan Sungai Apit, Pusako, Mempura, Sungai Mandau, Siak, Bungaraya, dan Dayun.
“Khusus untuk di wilayah Kecamatan Mempura sudah dilakukan normalisasi sungai dan parit di sejumlah kampung. Saat ini pengerjaannya sudah memasuki wilayah Kampung Benteng Hulu. Di situ target utama yang akan dibersihkan adalah Sungai Jernih dan kanal di sekitar pemukiman,” lanjut Iswanto.
Kegiatan pembersihan saluran air di wilayah Kabupaten Siak itu tidak bisa serta merta selesai dalam waktu singkat. Artinya, pengerjaannya membutuhkan waktu agak lama minimal sekitar 3 atau 4 bulan, mengingat titik/lokasi yang dibersihkan sebagian besar merupakan sungai alam yang memiliki volume panjang hingga mencapai lebih dari 3 kilo meter.
“Pengerjaan normalisasi saluran air ini membutuhkan waktu hingga sekitar 3 atau 4 bulan. Sebelum sampai di wilayah Kecamatan Mempura, terlebih dahulu kami melakukan pembersihan sungai di wilayah Kecamatan Pusako. Selanjutnya kami akan melakukan pembersihan kanal/sungai ke sejumlah kampung yang memang dianggap sebagai kawasan rawan banjir. Intinya kemampuan pengerjaan normalisasi ini juga akan disesuaikan dengan ketersediaan anggaran yang ada,” tutup Iswanto.
Menanggapi dilakukannya pembersihan saluran air di wilayah Kampung Benteng Hulu (Benhul) itu, salah seorang tokoh masyarakat kampung setempat Suroso menuturkan, khusus untuk di sekitaran Kampung Jawa Benhul ini yang paling perlu dibersihkan/dikeruk adalah Sungai Jernih dan kanal yang ada di tepian jalan perjuangan.
“Alhamdulillah, pada sekitar 5 hari yang lalu alat berat Dinas PU Siak sudah melakukan pembersihan pada parit yang ada di tepian jalan Pemda. Selanjutnya kami berharap kanal di pemukiman warga dan Sungai Jernih juga dibersihkan, karena keduanya merupakan saluran utama yang menjadi tumpuan air di saat tibanya musim penghujan,” sebut Suroso.
Menurut penutuan warga setempat, kanal yang ada di sepanjang tepian jalan perjuangan sudah cukup lama tidak dilakukan normalisasi. Kanal tersebut saat ini sudah mengalami pendangkalan akibat endapan lumpur dan sampah-sampah dedaunan sejak puluhan tahun lalu.
“Kanal di pemukiman warga yang terdapat di tepian jalan perjuangan ini sudah lebih dari 30 tahun tidak dilakukan penggalian ulang, hanya rutin dibersihkan rumput-rumputnya saja oleh petugas perawatan jalan dan sungai. Artinya, untuk menampung debit air saat musim penghujan kanal ini sudah tidak mampu, karena sudah sangat dangkal,” tutup Suroso.
Laporan: Atok








