SIAK (WARTASIAK.COM) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak melalui Dinas Pariwisata (Dispar), terpaksa membatalkan sejumlah kegiatan tahun anggaran 2025 ini. Kebijakan tersebut diambil sebagai langkah penghematan dan penyesuaian terhadap anggaran yang tersedia.
Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Siak H Tekad Perbatas Setia Dewa ST, MT menuturkan, melihat kondisi keuangan daerah yang tidak memungkinkan saat ini, sejumlah event/kegiatan yang pada tahun sebelumnya rutin digelar, terpaksa harus ditiadakan guna menghemat anggaran.
“Tahun 2025 ini keuangan daerah kita tidak memungkinkan untuk membiayai kegiatan di Dispar. Ada beberapa kegiatan rutin tahunan yang terpaksa harus kami batalkan pelaksanaannya,” jelas Kadispar H Tekad, Ahad (28/09/2025) siang, saat berbincang bersama Wartasiak.com.
Sejumlah kegiatan Dispar Siak yang batal dilaksanakan pada tahun 2025 ini di antaranya adalah:
1. Tour de Siak (TdSi).
2. Festival Siak Bermadah.
3. Festival Sungai Siak.
4. Event Serindit Boat Race.
5. Siak Expo.
Dijelaskan Kadispar, dalam Festival Sungai Siak itu ada sub event lomba memancing dan event lomba sampan hias di malam hari. Kegiatan itu masih bisa dilaksanakan pada tahun 2024 lalu. Namun, untuk di tahun 2025 ini terpaksa harus dibatalkan.
“Kami berharap dibatalkannya kegiatan bernuansa kepariwisataan di Kota Siak itu bisa dimaklumi oleh masyarakat. Jangan sampai timbul kesan seolah-olah kami (Dispar Siak, red) tidak peduli dengan kepariwisataan. Semua kegiatan yang kita buat harus disesuaikan dengan kemampuan anggaran,” imbuh H Tekad.
Di samping karena kendala keterbatasan anggaran, lanjut H Tekad, dibatalkannya sejumlah event kegiatan itu merujuk pada Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang arahan kepada seluruh Pemerintah Daerah (Pemda) agar mengurangi kegiatan/acara yang sifatnya ceremonial.
“Kita juga menjalankan Inpres Nomor 1 Tahun 2025, bahwa kegiatan-kegiatan yang sifatnya ceremonial harus dikurangi,” sambung H Tekad.
Dibatalkannya sejumlah kegiatan tahun anggaran 2025 di Dispar Siak itu, secara finansial sudah menghemat anggaran daerah miliaran rupiah. Sebagaimana diketahui, untuk masing-masing event kegiatan di Dispar Siak itu rata-rata bisa menelan biaya Rp1 miliar lebih.
“Saat ini kita fokus untuk menyelesaikan utang tunda bayar 2024 yang masih tersisa sekitar Rp2 miliar. Kita berharap dengan dibatalkannya kegiatan tahun 2025 ini, utang tunda bayar tahun 2024 bisa terlunasi,” tutup H Tekad.
Laporan: Atok







