Tangsi Belanda Siak Kembali Makan Korban, dr Handry: Biaya Pengobatan Ditanggung Pemda

Siak149 Dilihat

SIAK (WARTASIAK.COM) – Insiden tak terduga terjadi di Tangsi Belanda Siak yang beralamat di Kampung Benteng Hulu (Benhul) Kacamatan Mempura. Di saat puluhan siswa SD tengah berkunjung, tiba-tiba lantai bagian atas bangunan Tangsi Belanda itu runtuh dan menimpa para siswa yang sedang berada di lantai bawah. Kejadian naas itu terjadi Sabtu (31/01/2026) pagi, sekira pukul 09:00 WIB.

Akibat dari insiden tersebut, sejumlah siswa SD mengalami luka-luka dan terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tengku Rafi’an Siak. Sebagaimana dikemukakan oleh Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Kadisbudparpora) Kabupaten Siak H Syafrizal S.Sos, M.Si.

“Iya, ada 9 siswa SD yang mengalami luka-luka dan dilarikan ke RSUD Siak. Ada beberapa di antaranya yang mengalami luka pada bagian kepala. Para korban sudah ditangani oleh tim medis dan dikawal langsung oleh buk Bupati,” terang Syafrizal, kepada Wartasiak.com.

Para pelajar yang mengalami luka-luka akibat runtuhnya lantai atas Tangsi Belanda itu adalah para siswa SDIT Baitul Ridho dari Kecamatan Lubuk Dalam yang tengah berkunjung bersama para guru.

Tak hanya kali ini saja, pada tahun 2008 silam juga pernah terjadi insiden maut di Tangsi Belanda Siak tersebut, di mana saat itu ada Dua orang pelajar yang sedang duduk beristirahat tiba-tiba dinding/tembok pada ruangan Tangsi Belanda itu roboh. Akibatnya, Dua pelajar yang merupakan warga Kampung Benhul itu meninggal dunia di lokasi kejadian.

Menanggapi insiden runtuhnya lantai bangunan Cagar Budaya tersebut, Ketua Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Siak Irham Themas mengemukakan, Tangsi Belanda itu pernah dilakukan pemugaran pada tahun 2018 lalu oleh Kementerian PUPR Pusat melalui dana APBN.

“Tangsi Belanda itu direvitalasi/dipugar pada tahun 2018 lalu dan hingga kini tidak ada pemeliharaan berkala. Pada waktu pengerjaan pemugarannya dulu tentu ada konsultan pengawasnya. Jadi karena tidak ada pengecekan dan pemeliharan secara berkala tentu resikonya tinggi,” jelas Irham Themas, Sabtu (31/01/2026) siang.

Tak hanya menyinggung soal Tangsi Belanda saja, Ketua TACB itu juga menyampaikan rasa kekhawatirannya terhadap bangunan cagar budaya lainnya yang ada di Kabupaten Siak. Irham Themas  menyebut resiko yang sama juga bisa terjadi pada bangunan cagar budaya Balai Kerapatan Tinggi jika tidak dilakukan perawatan/pemeliharaan secara berkala.

“Atas insiden runtuhnya lantai Tangsi Belanda itu, Insya Allah sebelum hari Senin akan dilakukan investigasi. Hari ini atau besok tim akan turun mengecek. Satu hal lagi, bukan hanya Tangsi Belanda beresiko roboh, bahkan cagar budaya Balai Kerapatan Tinggi juga bisa mengalami hal yang sama jika tidak segera dilakukan perawatan,” tutup Irham Themas.

Di tempat terpisah, Plt Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DKP2KB) Siak dr. Handry mengatakan, para siswa yang mengalami luka-luka sudah ditangani secara intensif oleh tim medis.

“Para korban yang luka-luka sudah ditangani dan kondisinya sudah stabil. Biaya pengobatannya ditanggung oleh Pemda Siak,” jelas dr Handry.

Laporan: Atok

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *