SIAK (WARTASIAK.COM) – Di tengah keterbatasan anggaran dan menumpuknya utang tunda bayar yang belum terselesaikan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak, pada tahun 2026 ini Pemkab Siak tetap berupaya untuk mewujudkan apa yang diharapkan oleh masyarakat banyak. Salah satunya adalah melakukan peningkatan jalan (aspal, red) penghubung antar kecamatan.
Meski demikian, kegiatan peningkatan jalan yang bisa direalisasikan oleh Pemkab Siak di tahun 2026 berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini kemungkinan besar pengaspalan jalan hanya bisa direalisasikan sebanyak Dua atau Tiga titik saja.
Terkait hal tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Siak Ardi Irfandi ST, MM menuturkan, jalan penghubung antar kecamatan yang direncanakan akan diaspal di tahun 2026 ini adalah jalan lintas Siak-Tumang yang saat ini kondisinya dinilai sudah sangat memprihatinkan.
“Insya Allah, di tahun 2026 ini Dinas PUPR Siak akan mengupayakan pengaspalan jalan Siak-Tumang lanjutan dari pengerjaan tahun kemarin. Jalan Siak-Tumang itu merupakan akses utama penghubung antara Kecamatan Siak dengan Kecamatan Sungai Mandau,” jelas Kadis Ardi Irfandi, Ahad (01/02/2026) sore, kepada Wartasiak.com.
Menyinggung soal anggaran yang akan digunakan untuk kegiatan peningkatan jalan di tahun 2026 ini, dengan tegas Ardi Irfandi mengatakan anggarannya melalui Dana Bagi Hasil (DBH) sawit yang merupakan bagian dari dana Transfer ke Daerah (TKD).
‘Sama seperti tahun lalu, untuk kegiatan peningkatan jalan kita menggunakan DBH sawit dari Pemerintah Pusat. Kita tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Siak, karena fokus APBD untuk menyelesaikan utang tunda bayar yang masih tersisa,” lanjut Kadis Ardi Irfandi.
Kegiatan peningkatan jalan alias pengaspalan jalan merupakan program terdepan dari Pemkab Siak yang diusahakan bisa terus terealisasi pada setiap tahun. Namun demikian, kegiatan yang akan direalisasikan tahun ini jumlah titiknya sangat terbatas, berbeda dengan masa-masa 5 tahun lalu yang setiap tahunnya bisa direalisasikan hingga 5 – 10 titik.
Dengan keterbatasan anggaran yang terjadi saat ini, masyarakat diharapkan bisa memahami dan memaklumi faktor-faktor yang menyebabkan proyek pembangunan di Kabupaten Siak kian berkurang. Bukan karena Pemkab Siak mengesampingkan program pembangunan infrastruktur, melainkan karena efisiensi anggaran yang harus disadari bersama.
“Meskipun tahun ini kegiatan peningkatan jalan tidak bisa banyak, namun tetap diupayakan minimal ada Dua atau Tiga titik. Sedangkan untuk pemeliharaan jalan tetap diprioritaskan. Sebagian besar ruas/titik jalan yang rusak dan banyak berlobang akan kami perbaiki secepatnya agar tidak menimbulkan lakalantas. Insya Allah menjelang hari raya Idul Fitri ini jalan-jalan yang rusak itu sudah diperbaiki/dipatching,” sambung Ardi.
Terlepas dari kegiatan peningkatan dan pemeliharaan jalan, Kadis PUPR Siak itu mengaku juga akan mengupayakan kegiatan yang berkaitan dengan irigasi persawahan tetap bisa direalisasikan di tahun 2026 ini. Semua itu akan disesuaikan dengan ketersediaan anggaran yang ada.
“Intinya kita akan mengupayakan menjalankan program kerja sesuai anggaran yang ada,” tutup Kadis Ardi.
Laporan: Atok







