Siswa SD Jadi Korban Runtuhnya Lantai Tangsi Belanda Siak, Ketua TACB Angkat Bicara

Siak264 Dilihat

SIAK (WARTASIAK.COM) – Insiden tak terduga terjadi di Tangsi Belanda Siak yang beralamat di Kampung Benteng Hulu (Benhul) Kacamatan Mempura. Di saat puluhan siswa SD tengah berkunjung, tiba-tiba lantai bagian atas bangunan Tangsi Belanda itu runtuh dan menimpa para siswa yang sedang berada di lantai bawah. Kejadian naas itu terjadi Sabtu (31/01/2026) pagi, sekira pukul 09:00 WIB.

Berdasarkan pantauan awak media di lapangan, runtuhnya lantai bagian atas Tangsi Belanda itu diduga karena pemasangan balok/kayu pada konstruksinya kurang akurat. Akibatnya balok/beloti penyangga papan/lantai yang menempel pada bagian dinding jatuh.

Akibat dari insiden ini, sejumlah siswa SD mengalami luka-luka dan terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tengku Rafi’an Siak. Sebagaimana dikemukakan oleh Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Kadisbudparpora) Kabupaten Siak H Syafrizal S.Sos, M.Si.

“Iya, ada 9 siswa SD yang mengalami luka-luka dan dilarikan ke RSUD Siak. Ada beberapa di antaranya yang mengalami luka pada bagian kepala. Para korban sudah ditangani oleh tim medis dan dikawal langsung oleh buk Bupati,” terang Syafrizal, kepada Wartasiak.com.

Para pelajar yang mengalami luka-luka akibat runtuhnya lantai atas Tangsi Belanda itu adalah para siswa SDIT Baitul Ridho dari Kecamatan Lubuk Dalam yang tengah berkunjung bersama para guru.

Menanggapi insiden runtuhnya lantai bangunan Cagar Budaya tersebut, Ketua Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Siak Irham Themas mengemukakan, Tangsi Belanda itu pernah dilakukan pemugaran pada tahun 2018 lalu oleh Kementerian PUPR Pusat melalui dana APBN.

“Tangsi Belanda itu direvitalasi/dipugar pada tahun 2018 lalu dan hingga kini tidak ada pemeliharaan berkala. Pada waktu pengerjaan pemugarannya dulu tentu ada konsultan pengawasnya. Jadi karena tidak ada pengecekan dan pemeliharan secara berkala tentu resikonya tinggi,” jelas Irham Themas, Sabtu (31/01/2026) siang.

Tak hanya menyinggung soal Tangsi Belanda saja, Ketua TACB itu juga menyampaikan rasa kekhawatirannya terhadap bangunan cagar budaya lainnya yang ada di Kabupaten Siak. Irham Themas menyebut resiko yang sama juga bisa terjadi pada bangunan cagar budaya Balai Kerapatan Tinggi jika tidak dilakukan perawatan/pemeliharaan secara berkala.

“Atas insiden runtuhnya lantai Tangsi Belanda itu, Insya Allah sebelum hari Senin akan dilakukan investigasi. Hari ini atau besok tim akan turun mengecek. Satu hal lagi, bukan hanya Tangsi Belanda yang beresiko roboh, bahkan cagar budaya Balai Kerapatan Tinggi juga bisa mengalami hal yang sama jika tidak segera dilakukan perawatan,” tutup Irham Themas.

Laporan: Atok

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *