Pasca Siswa Keracunan, Dapur MBG di Kandis Siak Ditutup Sementara Hingga Izin Terbit

Siak204 Dilihat

SIAK (WARTASIAK.COM) – Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan kabar yang menyebutkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Telaga Sam-sam, Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak, akan kembali beroperasi pada Senin mendatang adalah tidak benar.

Hingga kini, dapur MBG tersebut masih ditutup dan belum mengantongi izin operasional pasca insiden keracunan makanan yang menimpa ratusan penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Siak, Lisa Wahari, menegaskan tidak pernah ada keputusan atau rencana pembukaan kembali SPPG Telaga Sam-sam Senin besok.

“Informasi mereka buka Senin besok itu tidak benar. Sampai sekarang belum ada surat izin yang menyatakan dapur itu boleh beroperasi kembali,” tegas Lisa, Ahad (25/01/2026).

Menurut Lisa, sanksi yang diberikan BGN terhadap dapur MBG tersebut adalah penutupan sementara, dan status itu belum dicabut. Penutupan akan tetap berlaku sampai seluruh standar operasional dipenuhi dan Dinas Kesehatan Kabupaten Siak menerbitkan izin resmi.

“Dapurnya ditutup sementara. Tidak ada toleransi. Selama standar belum dipenuhi dan izin Dinkes belum keluar, dapur tidak boleh beroperasi,” katanya.

Lisa menekankan, BGN tidak menetapkan batas waktu pembukaan kembali dapur. Penentuan sepenuhnya bergantung pada hasil pemeriksaan Dinas Kesehatan dan kelengkapan persyaratan yang wajib dipenuhi pihak pengelola dapur.

“Salah satu syarat utama adalah izin operasional dari Dinkes. Selama itu belum ada, jangan bicara buka,” ujarnya.

Pemeriksaan Masih Berjalan:

BGN memastikan hingga saat ini pemeriksaan masih berlangsung. Dinas Kesehatan Kabupaten Siak masih melakukan pengambilan dan pemeriksaan sampel makanan terkait dugaan keracunan MBG.

Meski sebelumnya dapur SPPG Telaga Sam-sam telah mengantongi SLHS dari Dinkes, Lisa menegaskan dokumen tersebut tidak otomatis berlaku setelah terjadi insiden keracunan.

“Kalau sudah ada kejadian, maka dilakukan pemeriksaan ulang. Ini bukan pemeriksaan biasa,” tegasnya.

Ratusan Penerima Manfaat Terdampak:

Insiden keracunan MBG terjadi di Kecamatan Kandis dan terungkap setelah pihak SMKN 1 Kandis melaporkan siswa mengalami muntah dan diare pada Selasa (13/1/2026) sekitar pukul 09.20 WIB.

Data yang dihimpun menyebutkan dari 173 penerima manfaat, sebanyak 115 siswa terdampak, 20 siswa dirawat serius, dan 3 siswa harus menjalani rawat inap hingga tiga hari di klinik sekitar Kecamatan Kandis.

Sementara berdasarkan laporan resmi BGN, 21 siswa sempat mendapatkan tindakan infus, sedangkan lainnya hanya diberikan obat-obatan. Seluruh biaya penanganan ditanggung oleh mitra dan yayasan pengelola dapur.

Kelalaian Proses Masak:

Dari kronologi yang dipaparkan BGN, diketahui dalam proses memasak ditemukan bumbu pelengkap dalam kondisi tidak layak. Ahli gizi telah menginstruksikan agar bumbu tersebut tidak digunakan dan diganti dengan yang baru.

Namun pada proses masak untuk distribusi siang, bumbu yang sebelumnya dinyatakan tidak layak justru tetap digunakan oleh tim masak, dengan alasan dicampur baking powder agar tidak terasa asam. Masakan inilah yang kemudian didistribusikan ke sejumlah sekolah, termasuk SMKN 1 Kandis.

Fakta tersebut kini menjadi bagian dari pemeriksaan lanjutan Dinas Kesehatan. Hingga berita ini diturunkan SPPG Telaga Sam-sam Kandis masih ditutup dan belum diperbolehkan mendistribusikan makanan MBG dalam bentuk apapun.

Laporan: Atok

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *