Lobang Maut di Jalan Lintas KM 58 Dayun Membahayakan, Kadis Ardi Irfandi: Sudah Ditangani

Siak240 Dilihat

SIAK (WARTASIAK.COM) – Belum lama ini sempat heboh/viral di media sosial adanya “Lobang Maut” yang mengancam keselamatan pengendara di jalan lintas Dayun-Pekanbaru tepatnya di KM 58. Lobang maut itu berukuran sekitar 60-70 Cm dengan kedalaman sekitar 1 meter.

Menanggapi adanya lobang maut tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang dan Pemukiman (PU Tarukim) Siak Ardi Irfandi ST, MM mengatakan, pihaknya sudah menyampaikan informasi itu kepada Satuan Kerja (Satker) Jalan Nasional, dan hari ini langsung dilakukan penanganan darurat/sementara.

“Iya, jalan lintas sepanjang Buton-Pekanbaru statusnya adalah jalan nasional. Oleh sebab itu, kemarin kami langsung menyampaikan ke pihak Satker Jalan Nasional atas adanya lobang berbahaya di jalan lintas Dayun KM 58 itu. Alhamdulillah hari ini sudah dilakukan penanganan agar tidak menimbulkan kecelakaan bagi pengendara,” jelas Ardi Irfandi, Kamis (18/12/2025) siang, kepada Wartasiak.com.

Dijelaskan Ardi, pada lokasi lobang maut di jalan lintas Dayun-Pekanbaru KM 58 itu terdapat “Aramco” yang dulunya dibangun di saat masih eksisnya PT Caltex Pasifik Indonesia (CPI) beroperasi di wilayah Kabupaten Siak.

“Tepat pada lobang itu terdapat Aramco yang dibuat pada masa PT Caltex beroperasi, seiring berjalannya waktu dan sudah sekian tahun lamanya, maka aramco itu amblas sehingga memunculkan lobang yang menganga. Aramco itu kalau istilahnya sekarang adalah semacam gorong-gorong yang dibuat di bawah permukaan jalan,” lanjut Ardi Irfandi.

Dikatakannya juga, jauh-jauh hari pihak Dinas PU Tarukim Siak juga sudah memprediksi aramco yang terdapat di sepanjang jalan lintas Pekanbaru-Buton itu akan amblas dimakan usia/waktu. Namun demikian, pihak Satker Jalan Nasional belum bisa memperbaiki seluruh aramco disebabkan karena keterbatasan anggaran akibat efisiensi.

“Di sepanjang jalan lintas Buton-Pekanbaru itu cukup banyak aramco, dan saat ini sudah mulai ambrol/amblas satu persatu. Perbaikan aramco yang dilakukan saat ini sifatnya hanya sementara yakni penanganan darurat. Lobang tersebut dipasang besi lalu ditimbun base,” kata Ardi lagi.

Menyinggung soal jalan nasional di sepanjang jalan lintas Buton-Pekanbaru, lanjut Ardi Irfandi, pihaknya juga sudah berkoodinasi dengan Satker Jalan Nasional untuk melakukan perbaikan maupun peningkatan, termasuk peningkatan jalan nasional yang terdapat di sekitar Simpang Obor Kecamatan Pusako.

“Kita juga sudah dapat informasi terkait kondisi jalan nasional di Simpang Obor Pusako, jalan itu kerap kebanjiran di saat tibanya musim penghujan. Penanganan terhadap jalan di Simpang Obor itu memang agak sulit, karena kondisi tanahnya di lokasi itu rendah seperti cekungan kuali,” beber Ardi lagi.

Meski demikian, pihak Satker Jalan Nasional sudah merencanakan akan melakukan peningkatan pada jalan di Simpang Obor itu dengan membangun semacam mini tol di tahun 2026 mendatang.

“Insya Allah tahun 2026 mendatang di lokasi yang kerap banjir di Simpang Obor itu akan dibangun semacam tol mini oleh Satker Jalan Nasional. Adapun untuk penangaan darurat yang bisa dilakukan saat ini hanya menggali kanan-kiri agar air bisa cepat terserap,” tutup Ardi.

Laporan: Atok

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *