Habiskan Rp200 Juta, Trek Latihan Kuda di Siak Berpotensi Jadi Proyek Sia-sia

Siak1015 Dilihat

SIAK (WARTASIAK.COM) – Pada tahun 2024 lalu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora), mengalokasikan anggaran sebesar Rp200 juta untuk pembangunan trek latihan kuda. Fasilitas olahraga berkuda yang berlokasi di bawah Jembatan TASL Siak itu saat ini kondisinya sudah dipenuhi semak ilalang dan rumput liar lainnya.

Terkait hal itu, Kepala Dispora Siak H Syafrizal menyebutkan, dibangunnya trek latihan kuda di bawah Jembatan TASL Siak itu atas permohonan pengurus Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Kabupaten Siak.

“Trek latihan Kuda yang kita bangun itu merupakan permintaan/usulan Pordasi Kabupaten Siak. Sebelum pembangunannya dilakukan, kami sudah berkoordinasi dengan Dinas PU dan Bupati Siak kala itu. Sesuai perencanaannya, trek itu akan digunakan untuk latihan atlet-atlet berkuda di bawah binaan Pordasi Siak,” terang Syafrizal, Senin (07/07/2025) kemarin, kepada Wartasiak.com.

Seiring berjalannya waktu, dengan telah bergantinya Kepala Daerah Siak pasca lengsernya H Alfedri dari kursi bupati, trek latihan kuda tersebut seolah ditinggalkan begitu saja dan tidak pernah terlihat digunakan untuk aktivitas latihan.

Sementara itu di tempat terpisah, Ketua Pordasi Kabupaten Siak H Syarif membenarkan jika pembangunan trek latihan kuda senilai Rp200 juta itu atas permohonan Pordasi.

“Iya, tapi untuk latihan kuda belum bisa maksimal karena masih minim fasilitas. Namun kita coba sesuai kondisi lapangan, karena yang dibangun sesuai kemampuan dana yang ada mungkin,” jawab Syarif, Selasa (08/07/2025) via pesan whatsapp.

Saat ditanya terkait ketersediaan Kuda yang saat ini dimiliki oleh Pordasi Siak, H Syarif mengaku bahwasanya Pordasi Siak memiliki Lima ekor Kuda.

“Ada 5 ekor. Kuda tersebut saat ini ditaruh di Sapta Taruna sebelah Pondok Pesantren Hadits,” tutup Syarif.

Dengan besarnya anggaran yang mencapai Rp200 juta untuk pembangunan trek latihan Kuda itu, publik berharap fasilitas yang sudah dibangun tersebut bisa benar-benar dimanfaatkan sesuai perencanaan. Jangan sampai fasilitas yang sudah dibangun dengan uang negara menjadi proyek sia-sia yang hanya menimbulkan kesan mubazir.

Laporan: Atok

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *