SIAK (WARTASIAK.COM) – Suasana khidmat dan penuh keakraban menghiasi acara konsolidasi yang digelar oleh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Kabupaten Siak, Selasa (06/10/2026) siang, bertempat di Kantor DPC PDI Perjuangan Siak.
Selain dihadiri Plt Gubri SF Hariyanto dan Bupati Siak Dr. Afni Z, acara tersebut juga dihadiri sejumlah tokoh besar/ternama di antaranya Ketua DPC PDI-P Siak H Irving Kahar Arifin, mantan Bupati Siak H Arwin AS, mantan Bupati Siak H Syamsuar, mantan Sekda Siak H Amzar, mantan Sekda Siak Tengku Said Hamzah, mantan kepala Bappeda Siak Yan Pranajaya, serta beberapa pejabat tinggi Pemprov Riau dan Pemkab Siak.
Acara yang dihadiri segenap kader dan simpatisan PDI-P Kabupaten Siak itu menyita waktu hingga lebih dari 5 jam. Para tokoh yang hadir diberikan kesempatan untuk menyampaikan kata sambutan (pidato, red) di hadapan para tamu/peserta yang hadir.
Pada kesempatan tersebut, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Siak H Irving Kahar Arifin, terlihat cukup semangat dan berapi-api menyampaikan isi pidato. Saking semangatnya, suara lantang yang disampaikan oleh ketua DPC PDI-P Siak itu sempat terdengar serak-parau karena tenggorokannya kering. Sontak suasana menjadi sedikit tegang.
Melihat H Irving yang suara pidatonya nyaris hilang itu, Bupati Siak Dr. Afni Z bergegas naik ke atas podium sembari membawakan segelas air minum. Apa yang dilakukan oleh Bupati Afni Z itu spontan menjadi perhatian semua khalayak yang hadir sembari memberikan tepuk tangan yang bergemuruh.
“Amanah sebagai ketua DPC PDI Perjuangan telah saya terima pada tanggal 22 November 2025 yang lalu. Jabatan ini bukanlah sekedar kedudukan struktural partai, melainkan tanggungjawab ideologis, tanggungjawab sejarah, dan tanggungjawab kepada masyarakat Kabupaten Siak khususnya,” tegas H Irving, dengan nada berapi-api.
Mantan birokrat senior Pemkab Siak itu juga menegaskan, dalam kontek perjuangan yang dijalankan partai berlambang banteng moncong putih itu, dirinya tidak bisa bicara soal sebuah perjuangan tanpa menyebutkan/menyuarakan nama Bung Karno yang merupakan bapak bangsa tokoh proklamator.
“Bung Karno mengajarkan bahwa politik adalah alat perjuangan untuk membela rakyat, membangun kedaulatan dan mewujudkan keadilan sosial di tengah masyarakat. Gotong-royong adalah rohnya, nilai-nilai inilah yang harus kita hidupkan di Kabupaten Siak yang kita cintai ini,” pesan H Irving.
Sementara itu, Bupati Afni Z yang juga diberikan kesempatan berpidato menyebutkan, baginya sosok H Irving adalah seorang politisi yang memiliki jiwa besar dan sangat berkonstribusi dalam kemenangan yang diraih pasangan Afni-Syamsurizal di Pilkada Siak 2024 lalu.
“Walaupun pada Pilkada Siak 2024 lalu saya tidak didukung oleh PDI-P, tapi mungkin kalau tidak ada bang Irving, saya tidak bisa jadi bupati. Ini bukan soal partai, bapak-ibu saya harus jujur, mari kita meniru cara berpolitik seorang Irving,” beber Bupati Afni Z.
Lebih lanjut Bupati Siak yang juga ketua Muslimat NU itu menyampaikan ucapan terimakasih kepada Plt Gubri yang telah membantu keuangan Pemda Siak di saat kondisi ruang fiskal sedang sempit.
“Di sini juga saya sampaikan terimakasih kepada pak gubernur yang telah membantu kami di masa-masa sulit kemarin, sebesar Rp24,4 miliar dicairkan sehingga bisa membantu kami membayar TPP ASN,” tutupnya.
Sosok H Irving di Mata H Aswandi:
Pada acara silaturrahmi dan konsolidasi PDI-P Kabupaten Siak itu, Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPD PDI Perjuangan Provinsi Riau H Aswandi, menilai H Irving Kahar Arifin sebagai sosok yang tepat memimpin DPC PDI Perjuangan Kabupaten Siak.
Menurut Aswandi, keputusan DPD PDI Perjuangan Provinsi Riau menunjuk H Irving sebagai Ketua DPC Siak didasarkan pada diskusi yang mendalam terkait visi, komitmen, serta target politik ke depan.
“Irving ini dikenal hampir di seluruh kecamatan di Kabupaten Siak. Aktivitasnya tinggi dan pengalamannya panjang di pemerintahan, khususnya di bidang infrastruktur hingga ke desa-desa,” ujar Aswandi.
Ia menambahkan, meskipun berlatar belakang birokrat, Irving bukan figur asing dalam dunia politik. Selama bertahun-tahun Irving kerap mendampingi sejumlah kepala daerah di Siak, mulai dari masa kepemimpinan H Arwin AS, H Syamsuar, hingga H Alfedri, sehingga dinilai memahami dinamika politik dan pemerintahan daerah.
Aswandi juga menegaskan bahwa Irving memiliki pemahaman kuat terhadap konsep akar rumput PDI Perjuangan, mulai dari struktur cabang, anak cabang, ranting, hingga anak ranting, yang menjadi kekuatan utama partai.
“Target kita jelas, mengembalikan kejayaan PDI Perjuangan di Kabupaten Siak. Itu hanya bisa dicapai dengan kerja gotong royong, pembenahan struktur partai, serta soliditas kader sesuai arahan DPD,” tegasnya.
Sejak Irving dipercaya memimpin DPC PDI Perjuangan Siak, Aswandi menyebut mulai banyak kelompok masyarakat dan elemen politik yang menyatakan keinginan bergabung dengan PDI Perjuangan. Hal ini dinilainya sebagai dampak positif dari gaya kepemimpinan yang terbuka dan membumi.
Untuk saat ini, lanjut Aswandi, DPD PDI Perjuangan masih fokus melihat kinerja Irving dalam membangun organisasi dan mendekatkan partai dengan masyarakat, tanpa terburu-buru menetapkan target jumlah kursi legislatif ke depan.
Laporan: Atok







