Gawat,! Diduga Keracunan MBG, Puluhan Siswa SMKN 1 Kandis Dilarikan ke Klinik dan Diinfus

Siak250 Dilihat

SIAK (WARTASIAK.COM) – Puluhan siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Kandis Kabupaten Siak Riau, mengalami gangguan kesehatan diduga keracunan usai menyantap Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang beroperasi di bawah naungan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Tuah Karya Telaga Sam-sam Kandis.

Berdasarkan informasi yang dihimpun awak media, pada Selasa (13/01/2026) pukul 09:20 WIB pihak sekolah mengirim pesan melalui Whatsapp menginformasikan bahwa ada beberapa siswa di SMKN 1 Kandis mengalami diare.

Atas adanya informasi tersebut, Kepala SPPG, Ahli Gizi dan Asisten Lapangan (Aslap) langsung mendatangi Sekolah guna merespon keluhan dari sekolah. Sebagaimana dikemukakan oleh Kepala Korwil Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Siak Lisa Wahari.

“Setelah sampai di sekolah, ada beberapa siswa yang mengalami diare. Tindaklanjutnya team SPPG membawa beberapa siswa ke klinik terdekat dan sisanya ditangani di sekolah dengan membawa tenaga medis. Sebanyak 21 orang siswa yang ditangani dalam bentuk tindakan diinfus,” terang Lisa Wahari, melalui keterangan rilisnya

Dijelaskan Lisa, pada hari Minggu (11/01/2026), SPPG beroperasi menerima bahan baku sebagaimana biasanya untuk persiapan distribusi MBG di hari Senin.

“Pagi Senin pada proses masak diketahui ada bumbu pelengkap yang kurang baik, Ahli gizi menginstruksikan bumbu tersebut jangan digunakan agar diganti dengan bumbu yang baru,” jelasnya lagi.

Setelah proses selesai, selanjutnya dilakukan pemekingan dan langsung didistribusikan ke sekolah-sekolah pada Pukul 08.00 WIB dengan sekolah penerima MBG sebagai berikut:
1. TK Negeri Pembina Kandis.
2. RA Baiturrahman.
3. SDN 01 Telaga Sam-Sam.
4. SDN 24 Telaga Sam-Sam.
5. SMP Muhammadiyah.

“Untuk pengantaran siang, ternyata bumbu yang kurang baik tadi oleh team masak tetap digunakan dengan menggunakan campuran baking powder dengan asumsi supaya santan atau bahan bumbu tidak terasa asam,” terang Lisa lagi.

Proses masak dan distribusi berjalan lancar. Kemudian hasil masakan yang diolah didistribusikan pada Pukul 10:30 WIB di sekolah:
1. SD Al-Fatih.
2. SMP Negeri 1 Kandis.
3. SMK Plus Insan Cendikia.
4. SMK Baiturhman.
5. Posyandu Mekar Sari.
6. SMK Negeri 1 Kandis.
7. Posyandu Kasih Ibu.
8. Posyandu Melati.

Dijelaskan Lisa, sampai pada Pukul 17:00 WIB hari Senin tanggal 12 tidak ada satupun pihak sekolah atau pihak orangtua murid menyampaikan keluhan terkait makanan yang dikonsumsi pada siang hari Senin. Baru pada hari Selasa Tanggal 13 Januari 2026 pukul 09:20 WIB, pihak SMKN 1 Kandis menghubungi team SPPG menyampaikan keluhan ada siswa yang mengalami diare.

“Atas adanya siswa yang mengalami diare itu, lalu Aslap, ahli gizi, dan kepala SPPG langsung mendatangi sekolah untuk merespon keluhan di lapangan. Setelah sampai di sekolah, para guru mengumpulkan siswa yang terindikasi yang mengalami diare,” terang Lisa lagi.

Pihak dapur MBG langsung menanggapi keluhan dengan membawa beberapa siswa ke klinik terdekat untuk mendapatkan pertolongan pertama medis.

“Siswa yang ditangani sebanyak 21 siswa untuk diinfus di Klinik. Dari salah satu siswa yang kena diare ternyata sedang berpuasa dan tidak memakan menu MBG di hari senin 12 Januari 2026 itu,” katanya lagi.

“Dapur ditutup sementara oleh BGN sampai dapur tersebut bisa melengkapi sesuai aturan BGN,” tutup Lisa.

Laporan: Atok
Sumber: Rilis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *