Bertemu Kepala BKN, Bupati Afni Z tak Temukan Solusi Selamatkan Honorer?

Siak759 Dilihat

SIAK (WARTASIAK.COM) – Belum lama ini, Bupati Siak Dr. Afni Z menghadiri acara penandatanganan MoU manajemen talenta ASN di Kepulauan Riau (Kepri). Pada acara tersebut juga hadir Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN).

“Kemarin Alhamdulillah saya menghadiri penandatanganan MoU manajemen talenta sebagai bagian dari reformasi birokrasi, bersama dengan Kepala BKN RI Prof. Zudan Arif Fakrulloh, Bapak Plt Gubernur Riau SF Hariyanto, Bapak Gubernur Kepri Ansar Ahmad, dan seluruh Kepala Daerah dari kedua Provinsi,” tulis Bupati Afni di akun media sosialnya.

Dikatakan Bupati Afni, manajemen talenta merupakan jalan baru yang lebih cepat, ringkas, dan tepat sasaran dibandingkan metode konvensional seperti open bidding dan job-fit. Manajemen talenta ke depan akan diterapkan di Pemkab Siak sebagai strategi besar untuk memastikan ASN ditempatkan sesuai potensi dan kompetensinya.

Dengan telah ditandatanganinya MoU ini, maka penempatan mutasi dan rotasi ASN di Pemkab Siak ke depan tidak bisa lagi berdasarkan like or dislike pimpinan semata, namun berdasarkan profesionalisme dan kompetensi serta kinerja ASN tersebut.

“InsyaAllah selaku Bupati Siak saya akan berkomitmen, mendukung penerapan manajemen talenta ini. Kita harus berubah bersama-sama untuk menjamin karir ASN secara profesional, karena akan berdampak pada pelayanan masyarakat,” sebut Bupati Afni lagi.

Namun sayang, pada pertemuannya bersama Kepala BKN itu, Bupati Afni Z sepertinya tidak menyinggung soal nasib honorer non-database yang saat ini terancam kehilangan pekerjaan. Khusus di Kabupaten Siak terdapat sekitar 3.500-an honorer non-database yang nasibnya berada di ujung tanduk.

Saat dikonfirmasi Wartasiak.com via pesan whatsapp, Bupati Afni Z belum bisa memberikan jawaban terkait hasil pertemuannya dengan Kepala BKN itu yang berkenaan dengan nasib honorer non-database. Bupati Afni Z hanya menyampaikan soal manajemen talenta ASN seperti yang ia unggah di media sosial fecebook.

Padahal sebelumnya, lewat unggahan status di facebook, Bupati Afni Z sempat menyinggung soal nasib ribuan honorer di Kabupaten Siak yang akan dibicarakan bersama Kepala BKN.

“Alhamdulillah saya sudah janjian dengan Kepala BKN RI, Prof. Zudan Arif Fakrulloh, guna mempertajam langkah-langkah yang harus kami ambil, terkait kejelasan status 3.590 honorer non database. Meski ini tidak hanya dialami Siak,” tulis Bupati Afni Z, saat berangkat ke Kepri.

“Kami ingin tetap ada celah yang bisa diperjuangkan tanpa harus mengorbankan mereka yang telah memberi pengabdian. Apalagi anggaran sudah disiapkan, dan hanya butuh payung hukum untuk taat administratif tidak melanggar aturan,” sebutnya lagi.

Ribuan honorer non-database di Kabupaten Siak saat ini sedang menunggu kabar baik dari Pemkab Siak akan nasibnya ke depan. Ada di antara mereka yang bekerja sebagai sopir ambulance RSUD, tenaga kebersihan, tenaga keamanan, tenaga medis dan non medis, tenaga pendidikan/guru, dan lain sebagainya.

Jika Pemkab Siak tidak bisa menemukan solusi untuk menyelamatkan para honorer non-database itu, sudah dapat dipastikan di tahun 2026 ini akan terjadi pemberhentian massal yang akan berdampak pada periok-nasi ribuan masyarakat Siak.

Laporan: Atok

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *