SIAK (WARTASIAK.COM) – Tingginya curah hujan yang terjadi dalam beberapa hari belakangan ini telah menyebabkan sejumlah saluran air di lingkungan masyarakat melimpah, seperti yang terlihat di wilayah Kampung Benteng Hulu Kecamatan Mempura dan sekitarnya, debit air di parit dan sungai mulai terlihat meninggi dan nyaris rata dengan permukaan jalan.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, setiap memasuki bulan Desember hingga Maret, sebagian daerah/kampung di Kabupaten Siak kerap mengalami kebanjiran, hal itu terjadi seiring masuknya musim penghujan di wilayah Riau.
Sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan-kemungkinan terjadinya banjir akibat tingginya curah hujan tersebut, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Siak Novendra Kasmara S.STP, M.Si, menyampaikan pesan penting kepada masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan sekitar.
“Saat ini wilayah Kabupaten Siak sudah mulai memasuki musim penghujan. Kita minta kepada masyarakat untuk lebih peduli dengan lingkungan sekitar, jangan membuang sampah sembarangan, terutama di tempat-tempat saluran air seperti drainase, parit, ataupun sungai,” ujar Novendra, Senin (08/12/2025) siang, kepada Wartasiak.com.
“Saya mengutip pesan bupati Siak saat rapat Forkopimda. Siak Rumah Kita, mari kita jaga bersama, mari kita bersama mencegah, tingkatkan gotong-royong membersihkan lingkungan di masyarakat. perusahaan juga diharapkan bisa membantu melakukan pembersihan kanal-kanal dengan alat berat,” katanya lagi.
Lebih lanjut Novendra mengatakan, belum lama ini Pemerintah Daerah (Pemda) Siak juga sudah mengeluarkan Surat Edaran (SE) sesuai instruksi dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau. Dalam SE tersebut, Pemda menetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi.
“Pesan kami sesuai dengan Surat Edaran (SE) bupati Siak. Saat ini kita siaga darurat bencana hidrometeorologi. Dalam SE itu ditetapkan status siaga bencana mulai tanggal 5 Desember 2025 hingga 31 Januari 2026 sesuai perkiraan BMKG,” lanjut Novendra.
Adapun point penting yang perlu dilakukan dalam kondisi siaga darurat bencana hidrometeorologi itu antara lain adalah:
1. Melakukan pemantauan situasi terkini secara cermat dan berkelanjutan (real time) berdasarkan informasi dari BMKG. Kemudian menyosialisasikan dan menyebarluaskan informasi berbasis data bencana yang dikeluarkan oleh instansi pemerintah.
2. Segera melakukan pemantauan dan perbaikan infrastruktur, serta normalisasi sungai, membuat didnding penahan tebing sebagai upaya pengendalian banjir, rob, dan tanah longsor.
3. Apabila terjadi bencana, segera melakukan pertolongan cepat, pendataan jumlah korban dan kerugian, serta pemenuhan kebutuhan dasar korban terdampak sesuaidengan Standar Pelayanan Minimal
4. Meningkatkan koordinasi dan komunikasi dengan dinas terkait ditingkatKabupaten/Kota
5. Mengoptimalkan peran camat dalam penanggulangan bencana melalui Gerakan Kecaqqmatan Tangguh Bencana/Desa TangguhBencana.
6. Apabila diperlukan, dapat menetapkan status keadaan darurat bencana dan membentuk Pos Komando Penanganan Darurat Bencana.
“Kita berharap dan berdoa semoga Kabupaten Siak selalu dalam lindungan Allah SWT, dan dijauhkan dari musibah bencana,” tutup Novendra.
Dalam hal mengantisipasi terjadinya banjir di wilayah Kabupaten Siak, pada beberapa waktu lalu Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang dan Pemukiman (PU Tarukim) Siak juga sudah menurunkan alat berat (ampibi) guna melakukan normalisasi/pembersihan terhadap sungai-sungai yang ada di Kabupaten Siak.
Laporan: Atok







